A.
GANGGUAN BOUNDING ATTACHMENT
1. Pengertian
Bounding Attachment
a.
Menurut
Nelson Bounding attachment adalah terdiri dari 2 kata yaitu bounding dan
attachment. Bounding merupakan proses pembentukan. Sedangkan attachment
merupakan membangun ikatan. Jadi bounding attachment adalah sebuah peningkatan
hubungan kasih sayang dengan keterikatan batin antara orangtua dan bayi.
b. Menurut
Maternal dan Neonatal Health, bounding attachment adalah kontak dini
secara langsung antara ibu dan bayi setelah proses persalinan, dimulai pada
kala III sampai dengan post partum.
c.
Menurut
Parmi (2000), bounding attachment adalah suatu usaha untuk memberikan kasih
sayang dan suatu proses yang saling merespon antara orang tua dan bayi lahir.
d. Menurut
Klause dan Kennel (1983): interaksi orang tua dan bayi secara nyata, baik
fisik, emosi, maupun sensori pada beberapa menit dan jam pertama segera bayi
setelah lahir
Jadi, dapat disimpulkan bahwa bounding attachment
adalah suatu proses untuk membangun ikatan lahir dan batin antara orang tua
dengan bayinya atau anaknya. Hal ini merupakan proses dimana sebagai hasil dari
suatu interaksi terus-menerus antara bayi dan orang tua yang bersifat saling
mencintai memberikan keduanya pemenuhan emosional dan saling membutuhkan.
2. Tahap-Tahap
Bounding Attachment
a.
Perkenalan (acquaintance),
dengan melakukan kontak mata, menyentuh, berbicara, dan mengeksplorasi
segera setelah mengenal bayinya.
b. Bounding
(keterikatan),
c.
Attachment,
perasaan sayang yang mengikat individu dengan individu lain
Menurut Klaus, Kenell (1982), bagian penting dari
ikatan ialah perkenalan.
3. Elemen-elemen
Bounding Attachment
a.
Sentuhan
Sentuhan, atau indera peraba, dipakai seara ekstensif
oleh orang tua dan pengasuh lain sebagai suatu sarana untuk mengenali bayi baru
loahir dengan cara mengeksplorasi tubuh bayi dengan ujung jarinya. Penelitian
telah menemukan suatu pola sentuhan yang hampir sama yakni pengasuh memulai
eksplorasi jari tangan ke bagian kepala dan tungkai kaki. Tidak lama kemudian
pengasuh memakai telapak tangannya untuk mengelus badan bayi dan akhirnya
memeluk dengan tangannya. Gerakan ini dipakai menenangkan bayi.
b. Kontak mata
Ketika bayi baru lahir mampu secara fungsional
mempertahankan kontak mata, orang tua dan bayi akan menggunakan lebih banyak
wktu utuk salaing memandang. Beberap ibu mengatakan, dengan melakukan kontak
mata mereka merasa lebih dekat degan bayinya
c.
Suara
Saling mendenganr dan meresponi suara antara orang tua
dan bayinya juga penting. Orang tua menunggu tangisan pertama bayinya dengan
tegang. Sedangkan bayi akan menjadi tenag dan berpaling kea rah orang tua
mereka saat orang tua mereka berbicara dengan suara bernada tinggi.
d. Aroma
Perilaku lain yang terjalaina antara orang tua dan
bayi ialah respons terhadap aroma / bau masing-masing. Ibu mengetahui setiap
anak memiliki aroma yang unik. Sedangkan bayi belajar dengan cepat untuk
membedakan aroma susu ibunya.
e.
Entraiment
Bayi baru lahir bergerak-gerak sesuai dengan struktur
pembicaraaan orang dewasa. Mereka menggoyang tangan, mengangkat kepala,
menendang-nendangkan kaki, seperti sedang berdansa mengikut nada suara orang
tuanya. Entrainment terjadi saat anak mula berbicara. Irama ini berfungsi member
umpan balik positif kepada orang tua dan menegakkan suatu pola komunikasi
efektif yang positif.
f.
Bioritme
Anak yang belum lahir atau baru lahir dapat dikatakan
senada dengan ritme alamiah ibuya. Untuk itu, salah satu tugas bayi baru lahir
ialah membentuk ritme personal (bioritme). Orang tua dapat membantu proses ini
dengan member kasih sayang yang konsisten dan dengan memanfaatkan waktu sat
bayi mengembangkan perilaku yang responsive. Hal ini dapat meningkatkan
interaksi social dan kesempatan bayi untuk belajar.
g. Kontak dini
Saat ini, tidak ada bukti-bukti alamiah yang
menunjukkan bahwa kontak dini setelah lahir merupakan hal yang penting hubungan
orang tua-anak. Namun menurut Klaus, Kennel (1982), ada beberapa keuntungan
fisiologis yang dapat diperoleh dari kontak dini:
1. Kadar
oksitosin dan prolaktin meningkat
2. Reflek
menghisap dilakukan dini
3. Pembentuk
kekebalan aktif dimulai
4. Mempercepat
proses ikatan antara orang tua dan anak
h. Body warmth
(kehangatan tubuh)
i.
Waktu
pemberian kasih sayang
j.
Stimulasi
hormonal
C. Prinsip-Prinsip
dan Upaya Meningkatkan Bounding Attachment
1. Dilakukan
segera (menit pertama jam pertama).
2. Sentuhan
orang tua pertama kali.
3. Adanya
ikatan yang baik dan sistematis berupa kedekatan orang tua ke anak.
4. Kesehatan
emosional orang tua.
5. Terlibat pemberian
dukungan dalam proses persalinan.
6. Persiapan
PNC sebelumnya.
7. Adaptasi.
8. Tingkat
kemampuan, komunikasi dan keterampilan untuk merawat anak.
9. Kontak
sedini mungkin sehingga dapat membantu dalam memberi kehangatan pada bayi,
menurunkan rasa sakit ibu, serta memberi rasa nyaman.
10. Fasilitas
untuk kontak lebih lama.
11. Penekanan
pada hal-hal positif.
12. Perawat
maternitas khusus (bidan).
13. Libatkan
anggota keluarga lainnya/dukungan sosial dari keluarga, teman dan pasangan.
14. Informasi
bertahap mengenai bounding attachment
D. Keuntungan
Bounding Attachment
1. Bayi merasa
dicintai, diperhatikan, mempercayai, menumbuhkan sikap sosial.
2. Bayi merasa
aman, berani mengadakan eksplorasi.
3. Meningkatkan
kedekatan secara emosional antara ibu dan bayinya.
E. Gangguan
Bounding Attachment
1. Respon ayah
dan keluarga
Ayah mungkin menjadi anggota keluarga yang terlupakan,
terutama bila hal ini merupakan anak yang pertama. Sebelum bayi tiba di rumah,
ia merupakan bagian terbesar dari keluarganya yang terdiri dari dua orang.
Aktivitas siang hari dimana mudah disesuaikan dengan pasangannya malam hari
tanpa gangguan. Kini rumah menjadi tidak terkendali, makan menjadi tidak
terjadwal, tidur mengalami gangguan dan hubungan seksual untuk sementara
ditangguhkan. Ayah harus dilibatkan dalam perwatan anak dan pemeliharaan
aktivitas rumah. Dengan berbagai tanggung jawab seperti ini, mereka menjadi
bagian dari pengalaman mengasuh anak. Sebagai akibat, pasangan menjadi lebih
dekat.
Sebagai ayah baru, peran ayah tidak kurang rumitnya
dibandingkan peran istri. Tentu sang ayah tidak mengandung si bayi selam 9
bulan, tetapi harus membuat penyesuaian secara fisik dan emosi ketika waktu
persalinan semakin dekat dan persiapan untuk bayi menjadi penting sekali. Di
satu pihak, sang ayah ungkin merasa seolah-olah tidak ada hubungan dengan
persalinan tetapi pada sisi lain ini adalah bayinya juga. Ketika bayi akhirnya
lahir, sang ayah mungkin merasa sangat lega dan juga gembira serta gugup.
Sewaktu menyaksikan kelahiran bayi, perasaan komitmen dan cinta membanjir ke
permukaan menghilangkan kekhwatiran bahwa sang ayah tidak akan pernah mempunyai
keterikatan dengan bayinya. Sang ayah juga merasakan penghargan yang besar dan
cinta kepada istri lebih dari pada sebelumnya. Pada waktu yang sama,
merenungkan tanggung jawab untuk merawat baka ini salam 20 tahun ke depan dapat
membuat sang ayah lemah.
Pendekatan terbaik adalah menjadi ayah yang seaktif
mungkin. Misalnya, saat istrinya melahirkan di rumah sakit, ayah mungkin di
tempatkan di dalam ruang rawat gabung sampai waktunya membaw pulang bayi ke
rumah. Ini akan membantu ayah merasa tidak seperti penonton tetapi lebih
sebagai peserta aktif. Ayah akan mengenal bayinya dari permulaaan juga
memungkinkan ayah berbagi pengalaman emonsional dengan istirnya. Begitu seluruh
keluarga berada di rumah, sang ayah dapat dan harus membantu memakaikan popok,
memandikan dan membuat senang bayi. Kebalikan dengan sterotype kuno, pekerjaan
ini bukanlah pekerjaan eksklusif wanita.
Tidak ada alasan mengapa seorang ayah tidak mampu
melaksanakan pekerjaan sehari-hari mengurus rumah dan anak sebaik ibu. Umumnya
ayah yang bersedia mengurus rumah tangga hanya untuk menyenangkan istrinya
saja. Alangkah baiknya jika pekerjaan ini dikerjakan dengan perasaan bahwa
sudah selayaknya menerima tanggung jawab di dalam rumah yaitu merawat anak dan
rumah tangga sehari-hari.
2. Sibling
Rivally
Salah satu peristiwa kunci dalam kehidupan anak adalah
kelahiran adik baru. Kehamilan itu sendiri merupkan waktu ideal bagi anak-anak
untuk memahami darimana bayi berasal dan bagaimana bayi itu dilahirkan. Anak
mungkin memiliki reaksi campuran terhadap adik baru, bergairalah karena
mendapat teman bermain baru, takut akan ditelantarkan dan sering kecewa ketika
sang adik tidak mau segera bermain. Akan tetapi persaingan sengit yang
ditakutkan oleh banya orang tua bukan tidak dapat dihindari. Temperamen anak
tertentu itu dan cara orang tua memperlakukan anak adalah faktor kunci yang menentukan
seberapa besar persaigan yang terjadi di antara saudara kandung.
Tidak mudah memang untuk menjaga keseimbangan yang
tepat antara menyesuaikan diri dengan kebutuhan bayi baru dan membantu anak
yang lebih besar mengatasi perubhahn itu. Usahakan agar anak yang lebih besar
mendapat beberapa keistimewaan, mungkin dengan waktu tidur lebih larut atau
waktu khusus untuk perhatian yang tidak terbagi untuknya. Pastikan pula bahwa
anak yang lebih kecil dilindungi dari perlakuan marah dan suka memerintah dari anak
yang lebih besar, lebih kuat dan lebih pandai.
Percekcokan yang bercampur dengan permainan yang
menyenangkan adalah pola yang lazim di antara kakak dan adik. Tidak bijaksana
bila kit mengharapkan seseorang anak selalu bertindak adil menurut standar orang
dewaasa. Barna gkali lebih baik mengajar semua anak karena tidak bertengkar
atau memarahi mereka semua ketika mereka berkelahi daripada mencoba menyelidiki
siapa yang benar dan siapa yang salah. Walaupun tanpa bisa dihindari sekali
waktu mungkin bertindak berlebihan, waspadalah agar seorang anak jangan selalu
diberi dukungan dengan mengorbakan anak lain.
Jika saudara kandung adalah anak prasekolah, dia akan
lebih dapat lebih memahami apa yang sedang terjadi. Dengan mempersiapkan dia
selama kehamilan, orang tua dapat membantu mengurangi kebingungan atau rasa
irinya. Dia dapat memahami fakta dasar dari situasi tersebut dan dia
kemungkinan akan sangat ingin tahu tentang orang yang ingin dia ketahui ini.
Begitu bayi lahir, anak yang lebih besar merasa kehilangan orang tuanya dan
marah karena bayi akan menjadi pusat perhatian baru. Tetapi dengan memuji dia
karena telah memabtu dan bertindak seperti “orang dewasa” akan membuat anak
tahu bahwa dia juga mempunyai peran baru yang penting untuk dimainkan. Pastikan
bahwa anak mendapatkan waktu menjadi “orang penting” dan diizinkan menjadi
“bayi” sewaktu dia merasa perlu. Selain itu sering diberikan kesempatan agar
dia tahu bahwa ada scukup ruang dan cinta kasih dalam hati orang tua untuk
mereka berdua.
Jika saudara kandung sudah memasuki usia sekolah, dia
mungkin tidak lagi merasa terncam oleh pendatang baru dalam keluarga. Bahkan
kemungkinan besar dia kagum dengan proses kehamilan dan persalinan, serta ingin
sekali bertemu dengan bayi yang baru.
3. Kurangnya
support sistem.
Kurangnya perhatian dari suami dan keluarga kepada ibu
yang telah melahirkan akan menjadikan psikologis dari seorang ibu akan
terganggu. Ibu mungkin akan berfikir “anakku ini adalah anak yang tidak
diharapkan oleh suami dan keluargaku”. Selain itu ibu juga akan berfikir
“mereka semua perhatian kepadaku hanya ketika aku hamil tapi setelah aku
melahirkan mereka sudah tidak mempedeulikanku dan membiarkanku merawat bayiku
sendiri karena mungkin mereka pikir aku sudah sehat”. Hal itu akan berdampak buruk
pada hubungan antara si anak dan ibu, karena ibu tersebut akan malas untuk
mengasuh anaknya.
4. Ibu dengan
resiko (ibu sakit).
Ibu yang sakit-sakitan akan berkonsentrasi untuk
kesehatannya dan anaknya biasanya dirawat oleh mertua atau suaminya. Ibu akan
kehilangan banyak waktu dengan anknya sehingga itu juga dapat memperenggang
kedekatan ibu dengan anaknya.
5. Bayi dengan
resiko (bayi prematur, bayi sakit, bayi dengan cacat fisik).
Bayi dengan cacat fisik yang dilahirkan dari keluarga
yang sehat dan normal dapat juga menjadi salah satu penyebab ketidakdekatan
antara sang ibu dan bayinya. Ibu mungkin merasa malu dengan anak yang
dilahirkannya. Ibu merasa bahwa anaknya itu adalah sebuah aib besar. Ibu
cenderung akan tidak mempedulikan ankanya, jahat kepda anknya dan suka
mencemooh anaknya ketika si anak besar kelak. Hal ini juga berdampak tidak baik
bagi psikis si anak karena dia akan merasa tidak diakui anak oleh ibunya dan
merasa tidak terima dengan kecacatan fisik yang ia alami.
6. Kehadiran
bayi yang tidak diinginkan.
Bayi yang lahir dari hasil hubungan yang tidak
diinginkan akan menjadikan suatu dosa yang diderita oleh ibu selam hidupnya.
Dia akan merasa hak kebebasannya yang seharusnya masih ia miliki terampaas
dengan adanya anak itu. Dia juga akan membenci si anak.
F. Cara
mengatasi gangguan bounding attachment
1. Dengan
menanamkan pemikiran dalam hati bahwa anak itu adalah anugrah dari Tuhan kepada
kita semua yang kita diberi tugas untuk menjaga, menyayangi, mencintai, dan membimbingnya
menuju ke jalan yang benar agar masa depan anak tersebut cerah dan nantinya
akan menjadi pribadi yang baik di dunia dan di akhirat.
2. Memberikan
suatu pemahaman bahwa apabila anak yang dilahirkan memiliki kekurangan, maka
sebagai orang tua harus memiliki suatu pandangan bahwa setiap manusia memiliki
kelebihan dan kekurangan. Maka dari itu, orang tua harus menerima kekurangan
anaknya dengan hati yang lapang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar